Pedagogi Transhumanis di Era Digital
Pedagogi transhumanis
adalah pendekatan pendidikan masa depan yang muncul karena kaburnya batas
antara manusia, guru, peserta didik, dan teknologi. Paradigma pendidikan
bergeser dari memanusiakan manusia menuju upaya meningkatkan
kapasitas manusia melampaui batas biologis dan kognitif melalui teknologi.
Latar Belakang
- Perubahan
budaya dan pola pembelajaran akibat era digital.
- Tingginya
penetrasi media sosial (TikTok, Instagram, Facebook) di Indonesia.
- Munculnya
konsep kewarganegaraan digital yang menekankan etika, literasi, dan
tanggung jawab dalam dunia maya.
Konsep Negara Digital
Komponen utama:
- Akses
- Komersial
- Komunikasi
- Literasi
- Etika
- Aturan
- Manfaat
& kepedulian
- Kesehatan
& kebahagiaan
- Proteksi
diri
Definisi Pedagogi Transhumanis
Pendekatan pendidikan yang memadukan teknologi secara
radikal untuk:
- Meningkatkan
kapabilitas kognitif manusia.
- Menciptakan
pengalaman belajar baru.
- Menyiapkan
manusia menghadapi masa depan yang terintegrasi dengan teknologi.
Tujuan Utama
- Melampaui keterbatasan biologis dan kognitif.
- Menggunakan teknologi untuk menciptakan pembelajaran
yang transformatif.
- Menyiapkan manusia hidup di era batas kabur
manusia–mesin.
Peran Teknologi dalam Pedagogi Transhumanis
- Teknologi
bukan hanya alat, tetapi bagian integral dari proses berpikir dan
belajar.
- Menghadirkan
pembelajaran yang sangat personal dan adaptif sesuai kondisi
mental, emosional, dan kognitif siswa.
Empat Pilar Pedagogi Transhumanis
- Pemaksimalan
Kognitif
Teknologi digunakan untuk meningkatkan memori, fokus, kecepatan belajar, dan kemampuan pemecahan masalah. - Personalisasi
dan Adaptasi Cepat
Pembelajaran disesuaikan dengan gaya belajar, kecerdasan majemuk, serta kondisi biologis dan neurologis peserta didik. - Pembelajaran
Abadi dalam Jejak Digital
Pengetahuan dan pengalaman manusia tersimpan dalam jejak digital (avatar digital) dan terus berkembang. - Mengatasi
Keterbatasan Fisik dan Sensorik
Teknologi memungkinkan pendidikan inklusif bagi peserta didik dengan keterbatasan penglihatan atau motorik.
Tantangan dan Kritik Etika
- Ketimpangan sosial akibat akses teknologi yang mahal.
- Ancaman terhadap privasi, otonomi, dan identitas
manusia.
- Risiko dehumanisasi pendidikan (hilangnya
empati dan nilai kemanusiaan).
- Ketergantungan
teknologi yang rawan peretasan atau kegagalan
sistem.
Strategi Literasi dalam
Pedagogi Transhumanis
Pembelajaran dirancang
aktif, kreatif, dan transformatif melalui:
- “Jika aku menjadi…” (imajinasi peran)
- Mengubah informasi menjadi gambar, kata
kunci, dan peta pikiran
- Menyusun
alur kronologis
- Membandingkan
dengan metode dua sisi mata uang
- Menggunakan teknik ATM (Amati – Tiru –
Modifikasi)
- Merangkum
dengan bahasa sendiri
- Dramatisasi
melalui gerak
- Menceritakan
ulang
- Membuat
lagu dari materi
- Mendengarkan
pendapat orang lain
Simpulan
Pedagogi transhumanis menawarkan model pendidikan masa
depan yang mengintegrasikan manusia dan teknologi, sekaligus menuntut
kewaspadaan etis agar pendidikan tetap menjunjung nilai kemanusiaan.
Materi disampaikan oleh Prof. Suyatno, M.Pd.